Sabtu, 09 April 2016

4 Hal yang Seringkali Menjadi Tujuan Seseorang Ngeblog

Image dari Becomeablogger.com
Image dari Becomeablogger.com
Tidak ada alasan seseorang untuk tidak ngeblog. Mungkin hal inilah yang bisa menyatakan keadaan dan kondisi saat ini. Ngeblog memang sudah menjadi gaya hidup manusia saat ini. Bagaimana tidak, beragam cara dan teknik bisa dilakukan untuk seseorang bisa ngeblog.
Kegiatan blogging yang kini bisa dilakukan kapan pun dan di mana saja itu memang semakin menarik saat muncul peluang seorang mendapat penghasilan di dalamnya. Dampaknya memang sudah bisa ditebak, jumlah blog yang hadir di dunia maya ini pun semakin tahun semakin bertambah banyak.
Hadirnya #teknologi dan perkembangan jaringan internet yang terus bertumbuh ini juga mau tak mau ikut menjadi penyebab mengapa blog semakin banyak diminati. Blog sebagai media yang identik dengan penyedia informasi ini memang lebih dirasa lebih mudah dan murah untuk diakses daripada media massa lain. Maka dari itu banyak orang yang kemudian beralih dengan memilih blog untuk mendapatkan dan memperbarui informasinya.

1. Sebagai Media Berbagi dan Mendidik

Tujuan pertama orang biasanya membuat dan mengelola blog (ngeblog) adalah untuk berbagi dan mengedukasi atau mendidik. Ya, dengan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki seorang #blogger, mereka kemudian larut dalam kesenangan berbagi dan mengedukasi netizen dan terutama para  pengunjung blognya.
Blog-blog yang dikelola oleh orang-orang yang suka membagi dan mengedukasi ini umumnya menyajikan artikel-artikel yang informatif dan bermanfaat saat dibaca. Tema atau niche blog bisa bermacam-macam bergantung dari keilmuan dan pengalaman yang dimiliki blogger tersebut. Blog berlatarbelakang sharing ini umunya tidak mementingkan jumlah visitor atau pengunjung, karena mereka hanya mementingkan kepuasan hati saat mereka membagi ilmu dan pengalamannya.

2. Untuk Berpromosi Produk dan Jasa Bisnis

Namanya saja #promosi, pastinya blog ini akan tak jauh-jauh dari dunia bisnis. Ya, blogger yang membuat dan mengelola blog yang kemudian ia gunakan untuk promosi ini akan jelas terlihat dari isi atau konten yang diposting.
Beberapa hal yang identik dengan blog ini adalah adanya foto produk, harga dan juga ajakan untuk membeli. Tapi meskipun ditujukan untuk kegiatan berdagang atau bisnis, toh hal ini masih sah-sah saja dilakukan asal tidak bertentangan dengan aturan yang ada, seperti promosi narkotika atau digunakan untuk melakukan penipuan.

3. Ajang Meluapkan Hobi atau Kegemaran

Tak sedikit dari blogger yang memang mengawali kegiatan blogger ini dari hobi atau kegemaran. Umumnya hobi menulis adalah landasan yang sering membuat blogger melakukan aktivitas #blogging. Karena mudah dan lebih cepat, media blog mereka pilih sebagai sarana untuk menulis dan melakukan kegemarannya.
Blog yang ditujukan untuk pelampiasan hobi ini biasanya memiliki tema yang beragam. Ada yang memiliki tema personal blog yang isinya campur aduk dari kegiatan sehari-hari, curhatan dan konten informasi. Blog berbasis hobi ini juga tak jarang menampilkan jenis blog niche yang menyajikan satu konten khusus sesuai dengan keinginan blogger-nya.
Blog ini juga hampir sama dengan blog dengan tujuan sharing yang tidak terlalu mengutamakan visitor. Dengan bisa rutin menulis maka blogger pada blog ini pun sudah merasa senang.

4. Professional dan Monetisasi

Terakhir, tujuan umumnya orang ngeblog adalah profesionalisme. Blog dengan tujuan profesional ini biasanya didasarkan pada aktivitas monetisasi untuk mendapatkan penghasilan atau uang. Saat ini blog memang bisa Anda gunakan untuk bisa memperoleh uang dari kegiatan monetisasi. Umumnya blog yang didasarkan pada profesionalisme ini berjenis niche blog (blog khusus).
Blog ini juga memiliki ciri penggunaan kata yang baku dan juga konten yang padat nan informatif. Karena mampu menarik iklan sehingga menghasilkan uang, maka saat ini sudah banyak ditemukan para fulltime blogger yang fokus pada pengelolaan blog yang lebih baik dan menarik.

Cara Daftar Google Adsense Indonesia Agar Cepat Diterima

cara-mendaftar-google-adsense
Google Adsense adalah salah satu program PPC (Pay Per Click) yang paling banyak digemari oleh publisher Indonesia untuk memonetize situs mereka. Sejak Google Adsense mendukung website berbahasa Indonesia tahun 2012 yang lalu, banyak sekali blogger Indonesia yang mendaftarkan blog mereka di Google Adsense. Sayangnya, untuk menjadi member dan mendapatkan penghasilan dari Google Adsense itu bukan hal yang mudah. Bahkan ada yang kesulitan tentang cara daftar Google Adsense, padahal sebenarnya cara mendaftar di program PPC Google ini tidak sulit juga sih.
Banyak blogger yang sudah mendaftar, namun tidak semua diterima menjadi publisher di Google Adsense. Ini karena  website atau blog yang didaftarkan tidak memenuhi kriteria yang diharapkan oleh Google. Pihak Google Adsense menginginkan website/ blog yang menjadi publisher mereka adalah situs-situs yang berkualitas dan memenuhi aturan (TOS) mereka.
Kalau dulu, cara daftar Google Adsense itu sangat mudah. Tapi seiring pertumbuhan dan perkembangan internet, Google Adsense sudah melakukan banyak perubahan pada layanan mereka dan disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Membuat sebuah blog ala kadarnya dan diisi dengan konten yang sangat “dangkal”, lalu mendaftarkannya di Google Adsense adalah sebuah tindakan yang sia-sia karena pasti tidak akan diterima.

Lalu bagaimana cara mendaftar Google Adsense agar cepat diterima? Keunikan, nilai jual, dan originalitas sebuah website adalah syarat yang sangat penting agar diterima oleh Google Adsense. PPC ini adalah program periklanan yang sama halnya dengan program periklanan lainnya. Mereka tentunya menginginkan website yang menayangkan iklan mereka bisa memberikan promosi atau pemasaran yang baik bagi para pengiklan. Sebenarnya proses mendaftarnya sangat mudah, tapi untuk bisa diterima pada program PPC Google ini, Anda harus memperhatikan beberapa hal penting.
Pelajari lebih lanjut cara mendaftar di Google Adsense
Sebelum mendaftar, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal penting berikut ini agar peluang diterima lebih besar:

1. Membuat Konten Yang Unik di Situs Anda

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, originalitas sebuah ide atau konten di dalam website Anda adalah nilai penting bagi Google Adsense. Mereka memperhatikan apakah konten di dalam sebuah website bermanfaat bagi orang lain atau tidak.
Sebenarnya konten-konten di internet itu banyak yang membahas topik yang sama. Namun, cara penyajiannya atau cara penulisannya yang berbeda. Misalnya, Anda menulis tentang “cara menanam bunga Mawar”, tentunya ada banyak konten di situs lain yang membahas tentang ini. Namun, cara menuliskan konten dan cara menyajikannya di blog Anda pasti berbeda dengan konten di blog orang lain. Nah, kalau konten Anda adalah hasil copy paste dari sumber lain, kemungkinan besar situs Anda tidak akan disetujui untuk ikut program PPC Google Adsense.

2. Perhatikan Umur Situs Yang Didaftarkan

Sebaiknya jangan terlalu terburu-buru untuk mendaftarkan blog Anda untuk Google Adsense karena mereka memperhatikan umur website, jumlah konten, jumlah pengunjung, page view, dan lain-lain. Bila Anda saat ini memiliki blog yang sudah berumur 6 bulan, sudah diisi banyak konten, dan memiliki unique visitor yang stabil, ini bisa meyakinkan pihak Google Adsense bahwa blog Anda adalah tempat yang baik untuk memasang iklan.

3. Perhatikan Jumlah Konten Di Website/ Blog Anda

Jumlah konten adalah salah satu faktor penting agar diterima di Google Adsense. Saya kurang yakin berapa jumlah konten minimun di dalam sebuah website agar bisa diterima, tapi menurut saya pribadi akan lebih mudah diterima bila website kita memiliki banyak konten. Saya pribadi menyarankan untuk membuat minimal 60 konten artikel sebelum mendaftar di Google Adsense.
Untuk situs berbentuk blog, sebaiknya Anda rajin meng-update konten di dalam blog Anda karena ini bisa mempengaruhi penilaian dari pihak Google. Blog yang sering di-update oleh pemiliknya tentunya akan memiliki peluang lebih baik diterima oleh Google Adsense dibandingkan dengan blog yang jarang sekali di-update.

4. Gunakan Blogger.com atau YouTube.com

Nah, ini sangat penting untuk kita perhatikan. Jika Anda sudah memiliki domain dan hosting sendiri, maka peluang untuk diterima oleh Google Adsense akan lebih besar, tentunya dengan memperhatikan poin-poin sebelumnya. Namun, jika Anda ingin menggunakan domain & hosting gratis, dan ingin menjadi publisher Google Adsense, maka sebaiknya Anda menggunakan Blogger.com.
Google Adsense tidak bisa dipasang pada blog yang dibuat dengan WordPress.com, baik itu subdomain di WordPress ataupun domain sendiri yang menggunakan free hosting di WordPress. Ini adalah kebijakan (TOS) dari pihak WordPress.com sendiri, bisa dibaca Di SINI. Blogger.com adalah layanan blog gratis yang diberikan oleh pihak Google. Tentunya ini keuntungan tersendiri bagi mereka yang menggunakannya karena selama ini pihak Google selalu memberikan kesempatan pada para pengguna Blogger.com untuk memonetize blog mereka dengan program Google Adsense.
Jika Anda tidak ingin membuat blog, masih ada cara lain, yaitu melalui YouTube.com. Tentunya Anda harus punya beberapa konten video original yang di-upload ke YouTube.com. Video ini harus memiliki views yang cukup banyak agar bisa diterima di program Google Adsense.

5. Informasi Pendukung

Ada baiknya situs Anda dilengkapi dengan halaman informasi pendukung, misalnya halaman About, Privacy Policy, Kontak, TOS. Ini akan membuat situs Anda terlihat serius dan memperhatikan pengunjung blog Anda.
Pelajari lebih lanjut cara mendaftar di Google Adsense

  1. Konten yang Anda buat tidak harus “luar biasa” agar diterima oleh Google Adsense. Yang terpenting adalah menyajikan konten yang bermanfaat bagi orang lain dan tentunya ditulis dengan cara yang unik, bukan hasil meng-copy konten orang lain. Ada banyak blogger yang memiliki penghasilan rutin dari iklan Google Adsense di blog mereka, mulai dari ratusan hingga ribuan dollar per bulan. Nah, kalau Anda ingin memonitize website/ blog Anda dengan cara memasang iklan, Google Adsense salah satu program PPC yang harus Anda pertimbangkan.